banner 728x250

Brimob Polda Jateng Dirikan Posko Tanggap Darurat di Genuk, Tiap Hari Siapkan Ribuan Porsi Makanan Siap Saji

  • Bagikan
banner 468x60

 

Semarang | lensaindependent.com. Banjir yang melanda kawasan Jalan Raya Kaligawe–Genuk, Kota Semarang, belum menunjukkan tanda penurunan. Sejak pagi hingga siang hari ini, ketinggian air terpantau meningkat hingga sekitar 1 meter di sejumlah titik, sehingga menimbulkan hambatan aktivitas warga serta para pengemudi truk yang melintas di sepanjang jalur Pantura tersebut.

Example 300x600

Sebagai langkah cepat dalam memberikan dukungan kemanusiaan, Satuan Brimob Polda Jawa Tengah sejak Rabu pagi, (29/10/2025) mendirikan posko tanggap darurat serta mengoperasionalkan dapur lapangan di kawasan Genuk. Posko ini berdiri di depan sebuah gudang yang terletak tepat di seberang RSI Sultan Agung Kota Semarang.

Posko ini diawaki oleh 15 personel Kompi 1 Batalyon A Pelopor yang dipimpin Iptu Arif Eko Prasetyo S.H. Sejumlah perlengkapan logistik yang disiapkan antara lain 1 unit kendaraan ransus dapur lapangan, genset lapangan, 1 unit truk angkut, 1 set tenda pleton, serta sejumlah peralatan pendukung lainnya. Selain dapur lapangan, pihaknya juga menyediakan 1 unit kendaraan khusus pengolahan air bersih yang siap menyuplai kebutuhan air minum bagi masyarakat.

READ  Pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terpantau terus meningkat sejak pagi hingga siang hari pada Selasa (31/3/2026). Hingga pukul 15.00 WIB, antrean kendaraan dari arah utara menuju pelabuhan mencapai sekitar 12 kilometer. Komposisi kendaraan didominasi truk logistik, disusul bus dan kendaraan pribadi yang bergerak menuju penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari berakhirnya pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang sebelumnya diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi pada 13–29 Maret 2026. Yossianis Marciano Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry menjelaskan bahwa lonjakan truk logistik menjadi faktor utama meningkatnya antrean di lintasan Ketapang–Gilimanuk. “Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Untuk mengurai kepadatan, ASDP bersama regulator dan operator kapal melakukan sejumlah penyesuaian layanan. Strategi yang diterapkan meliputi optimalisasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan jumlah trip dan armada kapal, serta pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone. “Kami mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu pengguna jasa lainnya,” tambah Yossianis. Saat ini, sebanyak 36 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, dengan sepuluh kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 4 untuk mempercepat proses bongkar muat. Selain itu, enam kapal perbantuan turut dikerahkan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V. Pengaturan arus kendaraan juga diperkuat melalui optimalisasi buffer zone, khususnya di kawasan Dermaga Bulusan. Area ini difungsikan sebagai penyangga bagi truk logistik sebelum masuk ke pelabuhan utama. Arief Eko General Manager ASDP Cabang Ketapang menjelaskan, skema buffer zone tidak hanya menjaga kelancaran arus kendaraan, tetapi juga memberikan waktu istirahat bagi pengemudi. “Di Bulusan kami berlakukan dua skema, sebagian kendaraan langsung diberangkatkan melalui dermaga setempat, sementara lainnya dialihkan ke Dermaga LCM,” jelasnya. Data di lapangan menunjukkan, pada Selasa pagi sekitar 380 kendaraan—didominasi truk besar dan sedang—telah tertampung di buffer zone Bulusan, dan jumlahnya terus bertambah. Sementara itu, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga pada pukul 12.45 WIB terpantau padat dengan waktu tempuh berkisar 15 hingga 30 menit. Berdasarkan data Posko Ketapang selama H+8 (30 Maret 2026), tercatat 56.197 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali atau meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan mencapai 17.608 unit atau naik 2,1 persen. Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+8 (22–30 Maret 2026), jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 624.717 orangdengan total kendaraan sebanyak 171.921 unit. Dari total reservasi 183.810 kendaraan melalui platform digital Ferizy, sebanyak 171.921 unit telah terlayani di Pelabuhan Ketapang. Sementara itu, sekitar 11.889 kendaraan diperkirakan masih akan menyeberang hingga H+10 Lebaran.

Setiap harinya, dapur lapangan ini menyiapkan berbagai menu makanan diantaranya nasi goreng, telur goreng, mie goreng, serta berbagai menu sayuran bergizi lainnya. Pada hari ini, sebanyak 500 porsi makanan siap saji telah diproduksi dan langsung didistribusikan kepada warga yang terdampak serta para pengemudi truk yang terhambat banjir.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo yang meninjau langsung keberadaan dapur lapangan menyatakan bahwa posko tanggap darurat tersebut akan terus beroperasi selama masyarakat masih membutuhkan kehadiran bantuan.

Dengan kapasitas produksi hingga 1000 porsi dalam satu kali masak, diharapkan keberadaan dapur lapangan ini dapat mengantisipasi peningkatan kebutuhan logistik di lapangan.

“Selain dapur lapangan, kami juga siapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di lokasi ini. Bagi warga masyarakat yang mengalami masalah kesehatan akibat musibah banjir ini atau keluhan lainnya bisa memanfaatkan keberadaan posko ini untuk memeriksakan kesehatannya dan mendapat bantuan makanan dari petugas,” ujarnya.

Kapolda menegaskan bahwa dukungan terhadap warga terdampak banjir menjadi salah satu prioritas Polda Jawa Tengah dalam penanganan situasi darurat.

Sementara itu Dansat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Noor Hudaya menjelaskan bahwa keberadaan Brimob di lokasi bencana merupakan bagian dari tugas kemanusiaan kepolisian dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat. Posko tanggap darurat Sat Brimob Polda Jateng akan terus beroperasi menyesuaikan dengan keadaan serta perkembangan situasi banjir di wilayah Genuk dan Kaligawe.

“Kami berupaya memberikan pelayanan kemanusiaan seoptimal mungkin. Mudah mudahan bantuan ini dapat meringankan beban warga,” tandasnya.

Siswanto

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!