BANYUWANGI –lensaindependent.com Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Banyuwangi. Seorang peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 di SMKN 1 Glagah dilaporkan meninggal dunia setelah mengikuti rangkaian kegiatan di lingkungan sekolah, Senin (27/7/2026).
Korban diketahui berinisial RDF, siswa kelas X jurusan Agriteknologi Pengolahan Hasil Perikanan (APHP) 2.
Berdasarkan keterangan salah seorang siswa yang mengaku berada di lokasi kejadian dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan, peristiwa itu bermula setelah kegiatan upacara bendera. Saat memasuki salah satu sesi kegiatan, para siswa diminta mengambil posisi push up.
Menurut saksi, RDF belum sempat melakukan gerakan push up. Saat baru mengambil posisi, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.
“Awalnya kami mengira hanya pingsan. Korban kemudian langsung dibawa ke rumah sakit. Setelah itu kami mendapat kabar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia,” ujar saksi.
Saksi juga menyebutkan bahwa kegiatan push up setelah upacara merupakan aktivitas yang disebutnya pernah dilakukan pada kegiatan sebelumnya. Namun, keterangan tersebut masih sebatas informasi dari saksi dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak sekolah.
Ungkapan belasungkawa juga disampaikan melalui akun Instagram resmi @infosmkn1glagah. Dalam unggahannya, pihak sekolah menyampaikan berita duka atas wafatnya salah satu peserta didik baru angkatan 2026/2027 serta mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Unggahan tersebut turut dibanjiri ucapan belasungkawa dari para siswa, alumni, dan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab meninggalnya korban belum dapat dipastikan. Dugaan yang beredar di masyarakat belum dapat dijadikan kesimpulan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang maupun hasil pemeriksaan medis.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Glagah AKP Edy Jaka Sufa’at, S.H., mengaku baru mengetahui informasi tersebut saat dihubungi awak media.
“Baru mengetahui saat dihubungi. Kami akan mengecek ke sekolah untuk mengetahui kronologi yang sebenarnya,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Sementara itu, pihak SMKN 1 Glagah telah dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp untuk meminta konfirmasi terkait peristiwa tersebut. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan maupun keterangan resmi yang diberikan.
Media ini masih berupaya memperoleh informasi dari pihak sekolah, keluarga korban, rumah sakit, serta instansi terkait guna menyajikan informasi yang utuh, akurat, dan berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.
red/team



















