banner 728x250

Rilis Akhir Tahun 2025, Kinerja Kamtibmas Polrestabes Semarang Tunjukkan Tren Positif

  • Bagikan
banner 468x60

 

Semarang,_ lensaindependent.com Rabu (31/12/25) – Kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Polrestabes Semarang sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang positif. Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) akhir tahun, angka kriminalitas di Kota Semarang tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Example 300x600

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahduddi menyampaikan, sepanjang tahun 2025 jumlah gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 1.819 kasus. Angka tersebut turun cukup drastis dibandingkan tahun 2024. Penurunan itu mencakup berbagai tindak pidana konvensional, seperti pembunuhan, penganiayaan, pencurian, penipuan, hingga kejahatan lainnya.

“Sepanjang tahun 2025, situasi kamtibmas di Kota Semarang relatif aman dan kondusif. Angka kriminalitas menurun cukup signifikan berkat kerja keras seluruh jajaran,” ungkap Kombes Pol Syahduddi dalam rilis akhir tahun di Mapolrestabes Semarang, Rabu (31/12/2025).

Meski jumlah laporan polisi mengalami penurunan, kinerja penyelesaian perkara justru menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2024, dari 1.460 laporan polisi, sebanyak 1.074 perkara berhasil diselesaikan. Sementara pada tahun 2025, dari 1.415 laporan polisi, Polrestabes Semarang mampu menyelesaikan 1.771 perkara, termasuk penyelesaian tunggakan kasus dari tahun sebelumnya.

“Kami tidak hanya fokus pada perkara baru, tetapi juga menuntaskan tunggakan perkara lama agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum,” tegasnya.

Penanganan tindak pidana tertentu juga memperlihatkan tren penurunan. Pada tahun 2024 tercatat 1.914 kasus dengan 1.779 perkara berhasil diselesaikan. Adapun pada tahun 2025, jumlah kasus menurun menjadi 896 perkara dengan tingkat penyelesaian mencapai 82 persen.

Menurut Kapolrestabes, penurunan tersebut tidak terlepas dari peningkatan upaya pencegahan melalui patroli rutin serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Penurunan jumlah perkara ini merupakan hasil dari penguatan langkah preventif, patroli berkelanjutan, serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Selain penegakan hukum, Polrestabes Semarang juga terus memperkuat pendekatan preventif dan pelayanan publik. Gangguan ketertiban masyarakat berbasis komunitas tercatat menurun dari 7.048 kasus pada tahun 2024 menjadi 5.395 kasus pada tahun 2025, atau turun sekitar 23 persen.

“Kami mengedepankan langkah preemtif melalui edukasi, pembinaan, serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.

READ  Pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terpantau terus meningkat sejak pagi hingga siang hari pada Selasa (31/3/2026). Hingga pukul 15.00 WIB, antrean kendaraan dari arah utara menuju pelabuhan mencapai sekitar 12 kilometer. Komposisi kendaraan didominasi truk logistik, disusul bus dan kendaraan pribadi yang bergerak menuju penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari berakhirnya pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang sebelumnya diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi pada 13–29 Maret 2026. Yossianis Marciano Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry menjelaskan bahwa lonjakan truk logistik menjadi faktor utama meningkatnya antrean di lintasan Ketapang–Gilimanuk. “Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Untuk mengurai kepadatan, ASDP bersama regulator dan operator kapal melakukan sejumlah penyesuaian layanan. Strategi yang diterapkan meliputi optimalisasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan jumlah trip dan armada kapal, serta pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone. “Kami mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu pengguna jasa lainnya,” tambah Yossianis. Saat ini, sebanyak 36 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, dengan sepuluh kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 4 untuk mempercepat proses bongkar muat. Selain itu, enam kapal perbantuan turut dikerahkan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V. Pengaturan arus kendaraan juga diperkuat melalui optimalisasi buffer zone, khususnya di kawasan Dermaga Bulusan. Area ini difungsikan sebagai penyangga bagi truk logistik sebelum masuk ke pelabuhan utama. Arief Eko General Manager ASDP Cabang Ketapang menjelaskan, skema buffer zone tidak hanya menjaga kelancaran arus kendaraan, tetapi juga memberikan waktu istirahat bagi pengemudi. “Di Bulusan kami berlakukan dua skema, sebagian kendaraan langsung diberangkatkan melalui dermaga setempat, sementara lainnya dialihkan ke Dermaga LCM,” jelasnya. Data di lapangan menunjukkan, pada Selasa pagi sekitar 380 kendaraan—didominasi truk besar dan sedang—telah tertampung di buffer zone Bulusan, dan jumlahnya terus bertambah. Sementara itu, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga pada pukul 12.45 WIB terpantau padat dengan waktu tempuh berkisar 15 hingga 30 menit. Berdasarkan data Posko Ketapang selama H+8 (30 Maret 2026), tercatat 56.197 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali atau meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan mencapai 17.608 unit atau naik 2,1 persen. Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+8 (22–30 Maret 2026), jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 624.717 orangdengan total kendaraan sebanyak 171.921 unit. Dari total reservasi 183.810 kendaraan melalui platform digital Ferizy, sebanyak 171.921 unit telah terlayani di Pelabuhan Ketapang. Sementara itu, sekitar 11.889 kendaraan diperkirakan masih akan menyeberang hingga H+10 Lebaran.

Namun demikian, data kecelakaan lalu lintas menunjukkan tren peningkatan. Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas meningkat dari 84 orang pada tahun 2024 menjadi 108 orang pada tahun 2025, disertai kenaikan jumlah korban luka dan kerugian materiil.

“Angka kecelakaan lalu lintas ini menjadi perhatian serius kami. Oleh karena itu, operasi dan penegakan hukum di bidang lalu lintas akan terus kami intensifkan,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, Polrestabes Semarang juga melaksanakan berbagai operasi kepolisian dan kegiatan pengamanan, mulai dari pengamanan hari besar keagamaan, aksi penyampaian pendapat, konser musik, hingga pertandingan sepak bola PSIS Semarang. Sejumlah kasus menonjol, termasuk aksi anarkis dan penyebaran konten provokatif, berhasil diungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Intinya, kami akan terus berkomitmen menegakkan hukum secara profesional dan humanis demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Semarang,” pungkas Kapolrestabes Semarang.

 

Red tim

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!