Banyuwangi – lensaindependent.com. Kondisi trotoar yang rusak parah di Jalan Hos Cokroaminoto No. 61, Lingkungan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, memunculkan sorotan dan pertanyaan dari masyarakat mengenai kualitas penataan fasilitas publik di daerah tersebut.
Pantauan di lokasi pada Minggu (8/3/2026) menunjukkan trotoar yang seharusnya menjadi jalur aman bagi pejalan kaki justru tampak memprihatinkan. Sejumlah paving dan ubin trotoar terlihat pecah, bergeser, bahkan ambles. Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas.
Ironisnya, jalur trotoar tersebut juga dilengkapi dengan guiding block bagi penyandang disabilitas. Namun sebagian besar jalur tersebut tampak tidak lagi berfungsi dengan baik karena tertutup puing-puing trotoar yang rusak.
Situasi ini semakin menjadi perhatian publik di tengah ramainya pemberitaan mengenai banyaknya jalan berlubang di sejumlah titik di wilayah Banyuwangi. Keluhan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur jalan yang rusak belakangan kerap muncul di media sosial maupun dalam pemberitaan media.
Di tengah berbagai sorotan tersebut, masyarakat pun mulai mempertanyakan konsistensi penataan kota, mengingat Kabupaten Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kerap meraih penghargaan bergengsi seperti Piala Adipura, yang diberikan kepada kota-kota yang dinilai berhasil dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan perkotaan.
Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan dan evaluasi terhadap kondisi fasilitas publik yang rusak. Menurut mereka, penghargaan yang diraih seharusnya sejalan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Kalau fasilitas umum seperti trotoar saja rusak dan dibiarkan, tentu masyarakat akan bertanya-tanya. Harapannya pemerintah segera memperbaiki agar kota ini benar-benar nyaman bagi semua,” ujar salah satu warga yang melintas di lokasi.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa penghargaan tidak hanya soal prestasi administratif, tetapi juga harus tercermin dari kualitas infrastruktur dan fasilitas publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kini publik menanti langkah konkret dari pemerintah daerah agar berbagai keluhan terkait kerusakan fasilitas umum, baik trotoar maupun jalan berlubang, dapat segera ditangani demi menjaga kenyamanan dan keselamatan warga.
Red tim


















