banner 728x250

Premanisme Berkedok Debt Collector Merajalela, Warga Cirebon Ancam Bertindak Jika Aparat Diam

  • Bagikan
banner 468x60

 

CIREBON —lensaindependent.com. Aksi brutal oknum debt collector (DC) yang kerap menghentikan dan memepet pengendara di jalan raya kembali menuai amarah warga Cirebon. Publik menilai, ulah para penagih utang yang bertindak seperti preman jalanan itu sudah melewati batas dan mengancam rasa aman masyarakat.

Example 300x600

Seruan keras pun menggema di berbagai wilayah Cirebon. Warga dihimbau untuk saling bantu dan tidak tinggal diam bila melihat aksi intimidasi di jalan. “Bila di jalan raya kalian melihat ada pengendara yang di-stop dan dipepet oleh debt collector/ matel, tolong bantu. Terutama bila korbannya anak sekolah atau perempuan. Jangan biarkan premanisme berkedok Debt Colektor seenaknya di jalan umum,” demikian seruan yang kini viral di media sosial Cirebon.

Boby, aktivis sosial sekaligus pemerhati kebijakan publik Cirebon, dengan lantang mengecam keras maraknya tindakan sewenang-wenang para debt collector tersebut. Menurutnya, aparat hukum tidak boleh berpangku tangan terhadap ancaman nyata di ruang publik.

“Ini bukan lagi urusan utang-piutang, tapi soal keamanan dan martabat warga Cirebon. Ketika jalan raya berubah jadi arena perburuan oleh preman berseragam Debt Colektor, maka negara harus hadir. Kalau aparat terus diam, rakyat Cirebon yang akan bangkit,” tegas Boby dengan nada tajam.

Ia menilai, aksi para debt collector/matel itu telah melampaui batas toleransi dan merusak wibawa hukum. “Kami sudah bosan dengan gaya ‘main sergap’ ala preman jalanan. Jalan raya bukan tempat intimidasi, bukan gelanggang kesewenang-wenangan,” tambahnya.

Boby juga menyerukan agar masyarakat tidak takut untuk bersuara dan bertindak dengan cara yang benar. “Rekam, dokumentasikan, dan laporkan. Jangan takut. Premanisme tumbuh karena diamnya rakyat dan tumpulnya penegakan hukum,” ujarnya.

Warga kini mendesak aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah tegas, bukan sekadar wacana. Jika dibiarkan berlarut-larut, masyarakat mengancam akan mengambil sikap nyata. “Kami akan bersatu. Cirebon bukan tempat preman bersertifikat yang menebar ketakutan. Ini tanah damai, bukan ladang teror, Cirebon adalah kota wali, bukan sarang preman” pungkas Boby.

Pesan masyarakat Cirebon kini bergema keras: Cukup sudah! Premanisme di jalan raya harus diberantas. Bila aparat tak bertindak, rakyat yang akan berdiri di garis depan,” tegasnya Cirebon 7-11-2025//. https mata dunia-com Kabiro Cirebon Jawa.

Red tim

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!