banner 728x250

Penyair Legendaris Baca Puisi Bersama di Museum Sandi Yogyakarta.

  • Bagikan
banner 468x60

 

DIY. Lensaindependent.com Penyair Sutirman Eka Ardhana menulis Buku Amuk Kenang berisi 74 puisi sesuai dengan usianya
sekarang, sedangkan Penyair Majuddin Suaeb meluncurkan buku puisi terbaru nya Tapa Pendhem 72 halaman, juga sesuai dengan usianya sekarang, peluncuran dua buku puisi pada acara Sastra Bulan Purnama di Museum Sandi Kota Baru Yogyakarta Sabtu 14 Maret 2026 pukul 15.30 WIB.

Example 300x600

Dua penyair tersebut aktif menulis sejak tahun 70-an.
Sutirman Eka Ardhana kelahiran Bengkalis Riau.
Masa lalu beliau di kampung halaman menginspirasinya untuk menorehkan karyanya, hingga terciptalah kumpulan puisinya dalam bingkai Amuk Kenang.

Majuddin Suaeb lahir dan tinggal di Pengasih Kulonprogo
Peraih banyak perhargaan diantaranya: Penghargaan Bupati Kulonprogo 2019 ( Kreator ), Peraih penghargaan 50 tahun Kepenyiaran oleh Badan Bahasa Sastra Jakarta. Penulis Antologi puisi tinggal: Bulan Bukti Menoreh, Teka teki Abadi, Teka teki Titik Nol. Antologi puisi bersama Gunungan, Penyair Yogya 3 Bu Generasi, Pendapa Parangtritis, Sastra Bulan Purnama, Khatulistiwa, Jauhari, Zamrud dll.

Puisi karya Sutirman Eka Ardhana, di bacakan dengan apik oleh para pembaca puisi yang piawai seperti Oka Swastika Mahendra, Anastasia , Muhammad Sheva Athaya, Noviyanti dan Alfitri,
Sedangkan Puisi Majuddin Suaeb, dibacakan dengn penuh penjiwaan dan penuh improvisasi oleh beberap deklamator/deklamatis seperti: Krishna Miharja, Dwi Winarno, Roy Sawit, Fathia Sari Buana Jajayanti dan Tari Sudhiarto, dan pembaca dari tamu undangan Prof Dr Tuntas Subagyo yg juga sebagai pembuat film*

Penulis berita (Suarnospb/Sabar)

 

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!