banner 728x250

Sejak Usia 20 Tahun Dulu Topo Jadi Dukuh Bungkus

  • Bagikan
banner 468x60

DIY Bantul, Lensaindependent.com – Sejak usia 20 tahun Topo sudah mengabdi di pemerintahan. Dia dilantik jadi dukuh Bungkus desa atau Kalurahan Parangtritis kapanewon Kretek Kabupaten Bantul propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Demikian diakui Topo lurah Parangtritis ditemui dua wartawan yaitu Sabar dan Siti Marfuah pada hari Selasa Legi 14 April 2026 pagi.

Example 300x600

Diutarakan bahwa Topo menjabat dukuh Bungkus selama 20 tahun. Jabatan dukuh Bungkus dimulai tahun 1973 – 1989.

Cukup lama dan terasa Mateng dalam dukuk ditengah masyarakat Padukuhan Bungkus yang warganya majemuk.

Tapi diakui oleh Topo bahwa warganya mayoritas petani lahan pesisir dekat pantai Parangtritis, pantai Depok, pantai Parangkusumo dan pantai Paranggupito serta berbatasan dengan desa Girijati Gunungkidul DIY.

Ditanya wartawan tentang apa untungnya jadi dukuh Bungkus. Topo menjawab ingin dekat dengan masyarakat dan ingin berjuang bersama dalam komunitas petani dan kelompok lainya yang ada di seputar pesisir pantai.

Juga disampaikan oleh Topo bahwa bekerja sebagai dukuh itu berat. Beratnya itu, menurut Topo, bila langkah kerjanya itu baik. Ini hanya dianggap biasa oleh masyarakat.

Tapi hal lain, menurutnya bila kerja sebagai dukuh tidak sesuai yang diharapkan masyarakat, kadang hal demikian menimbulkan mungkin sindiran, celaan dan mungkin hinaan.

READ  Pergerakan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terpantau terus meningkat sejak pagi hingga siang hari pada Selasa (31/3/2026). Hingga pukul 15.00 WIB, antrean kendaraan dari arah utara menuju pelabuhan mencapai sekitar 12 kilometer. Komposisi kendaraan didominasi truk logistik, disusul bus dan kendaraan pribadi yang bergerak menuju penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi ini merupakan dampak lanjutan dari berakhirnya pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang sebelumnya diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi pada 13–29 Maret 2026. Yossianis Marciano Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry menjelaskan bahwa lonjakan truk logistik menjadi faktor utama meningkatnya antrean di lintasan Ketapang–Gilimanuk. “Pasca berakhirnya pembatasan kendaraan logistik, terjadi peningkatan signifikan truk yang masuk ke Pelabuhan Ketapang. Kondisi ini berdampak pada antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Untuk mengurai kepadatan, ASDP bersama regulator dan operator kapal melakukan sejumlah penyesuaian layanan. Strategi yang diterapkan meliputi optimalisasi pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), penambahan jumlah trip dan armada kapal, serta pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone. “Kami mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta mengatur ritme kendaraan melalui buffer zone agar arus logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu pengguna jasa lainnya,” tambah Yossianis. Saat ini, sebanyak 36 kapal dioperasikan di lintasan Ketapang–Gilimanuk, dengan sepuluh kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 4 untuk mempercepat proses bongkar muat. Selain itu, enam kapal perbantuan turut dikerahkan, yakni Portlink VII, Liputan XII, Dharma Kencana IX, Dharma Rucitra, Karya Maritim II, dan Perkasa Prima V. Pengaturan arus kendaraan juga diperkuat melalui optimalisasi buffer zone, khususnya di kawasan Dermaga Bulusan. Area ini difungsikan sebagai penyangga bagi truk logistik sebelum masuk ke pelabuhan utama. Arief Eko General Manager ASDP Cabang Ketapang menjelaskan, skema buffer zone tidak hanya menjaga kelancaran arus kendaraan, tetapi juga memberikan waktu istirahat bagi pengemudi. “Di Bulusan kami berlakukan dua skema, sebagian kendaraan langsung diberangkatkan melalui dermaga setempat, sementara lainnya dialihkan ke Dermaga LCM,” jelasnya. Data di lapangan menunjukkan, pada Selasa pagi sekitar 380 kendaraan—didominasi truk besar dan sedang—telah tertampung di buffer zone Bulusan, dan jumlahnya terus bertambah. Sementara itu, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga pada pukul 12.45 WIB terpantau padat dengan waktu tempuh berkisar 15 hingga 30 menit. Berdasarkan data Posko Ketapang selama H+8 (30 Maret 2026), tercatat 56.197 penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali atau meningkat 5,2 persen dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan mencapai 17.608 unit atau naik 2,1 persen. Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H+8 (22–30 Maret 2026), jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 624.717 orangdengan total kendaraan sebanyak 171.921 unit. Dari total reservasi 183.810 kendaraan melalui platform digital Ferizy, sebanyak 171.921 unit telah terlayani di Pelabuhan Ketapang. Sementara itu, sekitar 11.889 kendaraan diperkirakan masih akan menyeberang hingga H+10 Lebaran.

Berbagai variasi ketugasan sebagai dukuh Bungkus selama 20 tahun, bagi Topo telah menumbuhkan sikap dan ketegasan pola pikir seorang pamong yang harus selaku mengabdi dengan iklas atas niat bismillah.

Dengan niat yang tulus itu akhirnya Topo naik tingkat dalam tugas. Dukuh Bungkus diakhiri pada tahun 1989 genap 20 tahun mengemban dukuh Bungkus sukses. Artinya selama jadi dukuh tidak bermasalah alias tugas dukuh berjalan sesuai tugas pokok dan fungsinya serta sesuai kewenangannya. Terasa lega bagi Topo menjabat dukuh.
(Sabar/Siti Marfuah).

banner 325x300
Penulis: PimredEditor: Pimred
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!