DIY Bantul, Lensaindependent.com – Sejak usia 20 tahun Topo sudah mengabdi di pemerintahan. Dia dilantik jadi dukuh Bungkus desa atau Kalurahan Parangtritis kapanewon Kretek Kabupaten Bantul propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Demikian diakui Topo lurah Parangtritis ditemui dua wartawan yaitu Sabar dan Siti Marfuah pada hari Selasa Legi 14 April 2026 pagi.

Diutarakan bahwa Topo menjabat dukuh Bungkus selama 20 tahun. Jabatan dukuh Bungkus dimulai tahun 1973 – 1989.
Cukup lama dan terasa Mateng dalam dukuk ditengah masyarakat Padukuhan Bungkus yang warganya majemuk.
Tapi diakui oleh Topo bahwa warganya mayoritas petani lahan pesisir dekat pantai Parangtritis, pantai Depok, pantai Parangkusumo dan pantai Paranggupito serta berbatasan dengan desa Girijati Gunungkidul DIY.
Ditanya wartawan tentang apa untungnya jadi dukuh Bungkus. Topo menjawab ingin dekat dengan masyarakat dan ingin berjuang bersama dalam komunitas petani dan kelompok lainya yang ada di seputar pesisir pantai.
Juga disampaikan oleh Topo bahwa bekerja sebagai dukuh itu berat. Beratnya itu, menurut Topo, bila langkah kerjanya itu baik. Ini hanya dianggap biasa oleh masyarakat.
Tapi hal lain, menurutnya bila kerja sebagai dukuh tidak sesuai yang diharapkan masyarakat, kadang hal demikian menimbulkan mungkin sindiran, celaan dan mungkin hinaan.
Berbagai variasi ketugasan sebagai dukuh Bungkus selama 20 tahun, bagi Topo telah menumbuhkan sikap dan ketegasan pola pikir seorang pamong yang harus selaku mengabdi dengan iklas atas niat bismillah.
Dengan niat yang tulus itu akhirnya Topo naik tingkat dalam tugas. Dukuh Bungkus diakhiri pada tahun 1989 genap 20 tahun mengemban dukuh Bungkus sukses. Artinya selama jadi dukuh tidak bermasalah alias tugas dukuh berjalan sesuai tugas pokok dan fungsinya serta sesuai kewenangannya. Terasa lega bagi Topo menjabat dukuh.
(Sabar/Siti Marfuah).



















